Seni dan Dedikasi di Balik Papan Selancar Bali: Kisah Budi Hantoro dan Studio Godong Jati
- Greatchemindo Satria Putramas

- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca

Bali tidak hanya dikenal dengan ombaknya yang menantang, tetapi juga sebagai rumah bagi para pengrajin papan selancar lokal berkualitas dunia. Salah satu sosok yang telah mendedikasikan belasan tahun hidupnya dalam industri ini adalah Budi Hantoro, pemilik Studio Godong Jati. Melalui wawancara mendalam, ia membagikan perjalanan, teknik, hingga tantangan dalam membangun industri surfboard rumahan yang mampu menembus pasar internasional.
Perjalanan Passion: Dari Dapur ke Studio Surfboard

Budi Hantoro memulai usahanya sendiri pada tahun 2017. Meskipun memiliki keahlian memasak, ia merasa keberuntungannya tidak ada di sana. Setelah mencoba berbagai peluang, ia memutuskan untuk kembali ke jalur keahlian utamanya: membuat papan selancar.
Berawal dari tiga ruangan kamar di belakang rumahnya, Budi membangun usahanya dari nol. Nama "Godong Jati" sendiri diambil dari kondisi lingkungan studionya yang dikelilingi oleh pohon jati. Berkat ketekunan dan kemampuannya membangun relasi, dalam waktu singkat ia berhasil menarik perhatian pelanggan mancanegara.
Dua Karakter Papan Surfing: Hantoro Surfboard dan BSB
Dalam produksinya, Budi menawarkan dua merek utama dengan karakter yang berbeda:
Hantoro Surfboard: Mengusung konsep klasik (Retro/Classic) dengan bahan foam PU. Sangat cocok untuk gaya berkendara santai seperti cruising atau nose riding.
Bali Surfboard (BSB): Fokus pada performa (Performance) dengan dominasi bahan epoxy. Papan ini dirancang untuk peselancar yang mengutamakan kelincahan dan kecepatan.
Proses Produksi yang Detail dan Konsisten

Studio Godong Jati mampu memproduksi rata-rata 100 papan per bulan. Budi menjelaskan bahwa membuat satu papan selancar adalah proses panjang yang melibatkan banyak tahapan teliti:
Pemilihan Foam: Harus disesuaikan dengan permintaan (rocker, lebar, dan ketebalan).
Shaping: Proses pembentukan yang memakan waktu 1-2 jam.
Finishing & Glassing: Meliputi instalasi sirip (fin), penyemprotan warna, hingga tahap akhir yang menentukan kualitas permukaan papan.
Budi menekankan pentingnya komunikasi langsung dengan pelanggan. Ia sering kali memberikan saran teknis berdasarkan postur tubuh dan berat badan pemesan, sebuah layanan personal yang jarang ditemukan di toko-toko besar.
Kunci Kualitas: Kolaborasi dengan Bahan Lokal


Salah satu rahasia kekuatan dan elastisitas papan buatannya adalah penggunaan bahan berkualitas. Budi mempercayakan produksi papannya pada produk resin dari C'ketz, khususnya seri Epoxy SQ. Menurutnya, resin ini memberikan keseimbangan yang pas antara kekerasan dan fleksibilitas dengan harga yang tetap kompetitif di pasar lokal maupun internasional.
Pemasaran "MLM" (Mulut Lewat Mulut)
Meskipun aktif di media sosial seperti Instagram dan Facebook, Budi mengaku bahwa kekuatan utama pemasarannya adalah rekomendasi dari mulut ke mulut (Word of Mouth). Pelanggan dari Korea, Australia, Jepang, hingga Amerika Serikat sering kali menghubunginya setelah mendengar kualitas karyanya dari teman sesama peselancar.
Harapan untuk Pariwisata Bali
Sebagai pelaku usaha yang sangat bergantung pada sektor pariwisata, Budi berharap industri selancar di Bali tetap stabil dan jauh dari isu-isu negatif. Baginya, menjaga citra baik pariwisata Bali adalah kunci agar para pengrajin lokal bisa terus berkarya dan bersaing di kancah global.
Anda bisa mengikuti wawancara lengkap dengan Budi Hantoro di sini:


Komentar