Industri Surfboard Bali 2026: Inovasi Material Lokal Tembus Standar Global
- Ditta Alfianto
- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca

BALI, Januari 2026 – Memasuki awal tahun 2026, industri pembuatan papan selancar (surfboard) di Bali terus menunjukkan taji di pasar internasional. Bukan lagi sekadar menjadi destinasi wisata, Pulau Dewata kini mengukuhkan posisinya sebagai pusat manufaktur papan selancar kustom berkualitas tinggi yang bersaing ketat dengan produk impor asal Australia dan Amerika Serikat.
Tren Kustomisasi dan Performa Tinggi
Dalam tiga bulan terakhir, terlihat pergeseran tren di bengkel-bengkel besar kawasan Kuta, Canggu, hingga Uluwatu. Para peselancar dunia kini lebih memilih papan kustom yang dirancang khusus sesuai dengan karakter ombak Bali yang variatif.
"Permintaan untuk papan jenis mid-length dan performance shortboard meningkat tajam di akhir 2025 hingga awal 2026 ini," ujar salah satu perajin lokal di kawasan Badung. Keunggulan pengrajin Bali terletak pada detail pengerjaan manual (hand-shaped) yang dipadukan dengan teknologi material terbaru untuk menghasilkan papan yang ringan namun sangat kuat.
Dominasi Teknologi Epoxy dan Peran C’ketz

Salah satu kunci di balik ketangguhan papan selancar buatan Bali adalah penggunaan material pelapis atau laminasi. Saat ini, penggunaan resin epoxy mulai menggeser resin poliester tradisional karena sifatnya yang lebih ramah lingkungan dan memiliki rasio kekuatan-ke-berat yang lebih baik.
Di tengah persaingan ini, merk lokal C’ketz melalui lini produk Clear Epoxy SQ menjadi pilihan utama para shaper (pembuat papan). Beberapa alasan teknis yang membuat C’ketz kian populer di bengkel-bengkel Bali antara lain:
Kejernihan Kristal (Crystal Clear): Papan selancar Bali dikenal dengan desain grafis dan resin tint yang estetik. Clear Epoxy C’ketz memberikan hasil akhir transparan yang maksimal tanpa efek menguning (non-yellowing), berkat formula UV Absorber yang melindungi papan dari paparan matahari tropis Bali yang ekstrem.
Kompatibilitas Luas: Produk ini terbukti kompatibel dengan berbagai jenis foam core seperti polystyrene (EPS) maupun polyurethane (PU), memberikan fleksibilitas bagi perajin untuk berinovasi.
Durabilitas di Air Laut: Mengingat papan selancar akan terus terpapar air garam, daya rekat kuat dan ketahanan terhadap benturan menjadi harga mati. Teknologi C’ketz memastikan lapisan laminasi tidak mudah retak atau mengalami delaminasi (terkelupas).
Menuju Pasar Internasional
Data terbaru menunjukkan bahwa ekspor papan selancar dari Bali ke negara-negara seperti Australia, Jepang, dan Brasil diprediksi akan terus tumbuh hingga 6,2% pada tahun 2026. Dengan dukungan ketersediaan bahan baku berkualitas tinggi di dalam negeri—seperti resin dari C’ketz—produsen lokal mampu menekan biaya produksi tanpa mengorbankan standar kualitas internasional.

"Kami tidak lagi hanya menjual nama 'Bali', tapi kami menjual performa. Dengan material seperti Clear Epoxy dari C’ketz, kami bisa menjamin papan buatan lokal punya masa pakai yang lebih lama di laut," tambah salah satu pemilik workshop di Kuta.
Industri ini tidak hanya menggerakkan ekonomi kreatif, tetapi juga membuktikan bahwa kolaborasi antara keahlian lokal dan inovasi material kimia dalam negeri mampu menciptakan produk kelas dunia yang mampu menaklukkan ombak di mana pun.

Komentar