top of page

Kembali ke Alam dengan Sentuhan Modern: 5 Tren Desain Mebel Kayu Terkini

Kayu adalah material yang tak lekang oleh waktu. Namun, cara kita mengolah dan menampilkannya dalam interior terus berubah seiring zaman. Tahun ini, dunia desain interior menyaksikan pergeseran dari minimalis yang kaku menuju gaya yang lebih hangat, bertekstur, dan berkarakter.

Jika Anda berencana memperbarui suasana rumah atau mengisi hunian baru, berikut adalah rangkuman tren desain mebel kayu yang sedang mendominasi pasar saat ini.


1. Kebangkitan Kayu Gelap (The Return of Dark Wood)

Seorang pengrajin mebel kayu merapikan lem kayu dengan warna mirip kayu EPOWOOD pada pembuatan mebel menggunakan kayu warna gelap
Seorang pengrajin mebel kayu merapikan lem kayu dengan warna mirip kayu EPOWOOD pada pembuatan mebel menggunakan kayu warna gelap

Selama satu dekade terakhir, kayu berwarna terang (seperti white oak atau pine ala Skandinavia) sangat mendominasi. Namun, kini pendulum bergeser. Kayu dengan tone gelap dan kaya warna kembali menjadi primadona.

  • Jenis Kayu: Walnut, Mahoni, dan Jati (Teak) tua.

  • Karakter: Memberikan kesan mewah, moody, dan grounded (membumi).

  • Aplikasi: Meja makan besar, lemari kabinet dapur, atau kursi lounge bergaya retro.

  • Tips: Padukan kayu gelap dengan dinding berwarna cream atau off-white agar ruangan tidak terasa sempit.


2. Kurva dan Bentuk Organik (Soft Curves)

pelapisan clear coat agar warna kayu lebih tegas dan membuat kayu lebih awet pada pembuatan Meja kopi berbentuk ginjal (kidney shape)
pelapisan clear coat agar warna kayu lebih tegas dan membuat kayu lebih awet pada pembuatan Meja kopi berbentuk ginjal (kidney shape)

Ucapkan selamat tinggal pada sudut-sudut tajam yang kaku. Tren biophilic design (cinta terhadap alam) membawa pengaruh besar pada bentuk mebel kayu yang kini lebih luwes.

  • Bentuk: Meja kopi berbentuk ginjal (kidney shape), sofa dengan kaki kayu membulat, dan sandaran kursi yang melengkung memeluk punggung.

  • Filosofi: Bentuk lengkung menciptakan aliran energi yang lebih tenang dan nyaman di mata dibandingkan garis lurus yang tegas.


3. Tekstur Beralur (Fluted & Slatted Wood)

Permukaan kayu yang datar dan polos mulai ditinggalkan demi tekstur yang dinamis. Detail fluted (alur cekung) atau slatted (kisi-kisi) memberikan dimensi taktil pada perabot.

  • Populer pada: Panel dinding, pintu credensa (bufet pendek), kaki meja makan, dan headboard tempat tidur.

  • Efek Visual: Garis-garis vertikal pada tekstur ini membantu menciptakan ilusi ruangan yang lebih tinggi dan elegan.


4. Estetika Wabi-Sabi dan "Raw Wood"

Sempurna itu membosankan. Tren ini merayakan ketidaksempurnaan alami dari material kayu. Alih-alih dipotong rapi, kayu dibiarkan tampil apa adanya.

  • Ciri Khas: Memperlihatkan simpul mata kayu, tepi kayu yang tidak rata (live edge), dan warna yang tidak seragam.

  • Tujuan: Menghadirkan koneksi autentik dengan alam dan rasa tenang di dalam rumah. Gaya ini sering dikaitkan dengan evolusi gaya Japandi (Japan-Scandi).


5. Keberlanjutan (Sustainability) sebagai Prioritas

Ini bukan sekadar tren visual, melainkan pergeseran nilai. Konsumen kini lebih peduli dari mana kayu tersebut berasal.

  • Material: Kayu reklamasi (reclaimed wood) bekas bangunan tua atau kapal, bambu (karena pertumbuhannya cepat), dan rotan.

  • Sertifikasi: Mebel dengan sertifikat FSC (Forest Stewardship Council) yang menjamin kayu diambil dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab semakin dicari.

  • Daya Tarik: Kayu daur ulang memiliki "cerita" dan patina alami yang tidak bisa ditiru oleh kayu baru.


Tren mebel kayu saat ini adalah tentang kenyamanan dan karakter. Rumah tidak lagi harus terlihat seperti showroom yang kaku, melainkan tempat perlindungan yang hangat dengan material alami yang berkualitas. Apakah Anda memilih meja makan jati yang kokoh atau kursi rotan dengan desain melengkung, kuncinya adalah memilih potongan yang membuat Anda merasa "betah".

bottom of page