Meskipun zaman sekarang kita sudah punya baja yang super kuat, aluminium yang ringan, hingga serat karbon yang futuristik, dermaga-dermaga di seluruh dunia—terutama di nusantara—masih dipenuhi oleh kapal berbahan kayu. Mengapa teknologi "kuno" ini tetap bertahan di tengah gempuran material modern? Mari kita bedah alasannya dari sudut pandang fungsionalitas hingga filosofi kelautan. 1. Kemampuan Mengapung Alami (Natural Buoyancy) Salah satu keunggulan kayu yang paling mendasar