top of page

Nelayan Puger Manfaatkan Padang Bulan Gelar Sarasehan Tentang Kapal

Jember – Nelayan Puger Jember memanfaatkan padang bulan untuk berkumpul. Mereka menggelar sarasehan penggunaan perekat dan pelapis kapal yang baik dan benar di kediaman H. Nurhadi Desa Puger Etan, Puger, Jember, Jumat (11/11/2022).

Pemilik atau juragan kapal di Puger sangat antusias mengikuti acara ini. Acara serasehan dimulai pukul 19.00 WIB. Muhammad Timbul dari HNSI Jember membuka acara.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Pak Esma dan tim dari cketz. Sudah berkenan menghadiri undangan kami,” kata Mamat sapaan akrabnya.

Ia pun mengungkapkan permasalahan tentang kapal nelayan. Mulai dari pelapukan kapal kayu hingga kebocoran ditengah laut.

“Ya malam ini kita akan diskusi tentang permasalahan kapal kita. Terutama tentang pelapisan kapal yang baik dan benar,” ujar Mamat.

Esma Wiyono, praktisi pelapis kapal dari Surabaya mengatakan pada tahun 2017 diminta untuk menciptakan inovasi untuk memberikan solusi kepada nelayan.

“Kami diminta untuk menciptakan solusi untuk permasalahan nelayan, terutama masalah perekat, pelapis dan pendempulan kapal nelayan,” ungkap Esma.

Saat itu, nelayan kesulitan mencari produk yang gampang dan solutif untuk perahu kapalnya. Seperti kebocoran kapal ditengah laut tanpa harus membawanya ke pinggir.

“Dulu waktu di Lamongan, ada sebuah kapal bocor yang sedang bersandar di Dermaga. Ada tukang kapal sesumbar klo ada lem yang bisa langsung kering di dalam air saya langsung berhenti jadi tukang kapal,” kata Esma menirukan.

Maka teknisi dari cketz menelpon Esma. Ia menyarakan agar menambal perahu bocor tersebut dengan lem khusus, tidak hanya kering di dalam air namun juga menempel kuat dan mengatasi kebocoran kapal nelayan di tengah laut.

“Maka lahirlah produk kami yang bernama blokfill, bagi bapak yang punya nelayan yang bocor di tengah laut, tinggal di kasih produk blokfill ini. Beres, ” ujar Esma.

Peserta serasehan diajak menonton video karya anak bangsa. Video berdurasi 13 menit tersebut menceritakan karya anak bangsa. Produk yang dihasilkan tidak hanya dipakai di dalam negri namun juga di luar negri. Video diiringi lagu suwar-suwir jember.

Dalam video tersebut, Prof. Dr Heri Supomo mengatakan banyak dibantu Cketz dalam melakukan penelitian. Sejak 2012 Heri Supomo mengembangkan penelitian tentang kapal tradisional di Indonesia khususnya di Jawa Timur. Profesor ahli perkapal dari ITS Surabaya itu menceritakan pengembangan kapal dari bambu dan kapal hybrid (bambu dengan sampah plastik).

“Terimakasih kepada pak Esma dan Cketz nya yang telah membantu dalam penelitian kami. Saat ini kami sedang mengembangkan kapal hybrid antara bambu dan sampah plastik. Kapal ini sedang kami siapkan untuk dipamerkan di G20 di Bali,” tutur Prof Heri.

Dalam video tersebut, seorang pengusaha dari PT. Phinisi Solusion, Wilian Gosal menyampaikan testimoninya akan produk Cketz.

“Dalam dua tahun terakhir ini, kami menggunakan Cketz. Produk ini sangat membantu kapal kayu kami,” tutur produsen kapal phinisi di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dalam video tersebut ditayangkan seorang bule berkembangsaan Autralia, Mr. Stive yang sedang menggunakan produk Cketz pada kapal kayunya. Seorang anak muda dari Paciran Lamongan memberikan testimoni.

Dita Pradiya namanya. Aditya sapaan akrabnya mengatakan, semula produk Cketz dianggap biasa-biasa saja. Namun ternyata produk ini banyak di buru nelayan atau pemilik kapal kayu di lamongan.

“Produk ini sangat solutif, banyak diburu nelayan di Lamongan a, sangat luar biasa,” terang Aditya dalam video tersebut.

Usai menonton video, giliran teknisi Cketz, Buari menerangkan aplikasi produk Cketz. Mulai aplikasi epofill, epoxy SG, Blokfill dan Epoliq. Dengan sabar buari melayani pertayaan-pertanyaan kritis dari nelayan.

“Apa benar epofill bisa di padukan dengan serbuk kayu,”tanya H. Mukmin.

“Kami tidak menyarankan untuk epofill, namun kalau nelayan ingin mencampur dengan sebuk kayu sebaiknya memakai epoxy SG,” terang Buari.

“Nah keunggulan produk ini kan sudah, kami ingin tau harganya,” ungkap H. Mukmin.

Giliran Anto, marketing Cketz menyampaikan spesial harga spesial dalam serasehan ini. Alhasil, para peserta serasehan yang notabeni pemilik kapal ini tidak mensia-siakan kesempatan emas ini.

“Hari ini mungkin saya tidak butuh, namun melihat keunggulan produk ini maka saya beli untuk suatu saat pasti kami butuhkan,” ungkap H. Mahmud.

Dalam acara tersebut, Produk Cketz ludes. Bahkan Anto mencatat satu-persatu nelayan yang memesan produk Cketz. Ia berjanji, produk Cketz ini akan segera dikirim ke tangan nelayan.

“Kalau produk ini tidak ada di toko bangunan atau toko perlengkapan kapal terdekat, monggo silahkan telepon kami. Kami antar ke tempat bapak,” tegas Anto.


Berita ini telah diterbitkan oleh Gonews.id 12 November 2022

 
 
 

Komentar


bottom of page