H. Abdullah: Sang Legenda Pembuat Kapal Phinisi dari Bulukumba
- Greatchemindo Satria Putramas

- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Bulukumba, sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan, telah lama tersohor sebagai "Bumi Panrita Lopi" atau tanah para ahli pembuat perahu. Di sepanjang bibir pantainya, tradisi pembuatan kapal Phinisi yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia masih terus berdenyut. Salah satu tokoh sentral yang menjaga dan mengembangkan tradisi ini adalah Haji Abdullah, seorang pembuat kapal legendaris yang berhasil memadukan kearifan lokal dengan sentuhan modern.

Perpaduan Tradisi dan Modernitas
Haji Abdullah memulai bisnis galangan kapalnya sejak tahun 1999. Berbeda dengan pengrajin tradisional yang umumnya bekerja hanya mengandalkan insting dan pengalaman tanpa gambar, H. Abdullah melakukan inovasi.

Untuk menarik minat pasar internasional dan memenuhi standar modern, ia menerapkan sistem 50% teknik tradisional dan 50% teknik modern. Dalam pembuatan interior dan tata ruang kapal, ia menggunakan sketsa dan gambar teknis yang detail sesuai keinginan konsumen. Hal ini memastikan presisi dan kenyamanan tanpa menghilangkan ciri khas Phinisi yang unik.
Kualitas Tak Bisa Ditawar
Dalam wawancaranya, H. Abdullah menegaskan bahwa kualitas bahan baku adalah kunci reputasinya. Ia sangat selektif dalam memilih kayu, utamanya menggunakan Kayu Besi dan Kayu Bitti. Ia menolak keras permintaan konsumen yang menginginkan harga murah dengan mencampur jenis kayu yang tidak berkualitas.

"Kalau kapalnya mahal tapi normal, itu wajar. Tapi kalau minta murah dengan kualitas rendah, saya tidak bikin. Saya tidak mau kapal belum menghasilkan uang, tapi sudah rusak," tegasnya.
Selain kayu, ia juga sangat teliti dalam pemilihan bahan pendukung seperti lem perekat. Ia hanya menggunakan produk yang telah teruji kekuatannya di lapangan selama puluhan tahun untuk memastikan konstruksi kapal tahan lama.
Karya yang Mendunia
Dedikasi H. Abdullah terhadap kualitas membuatnya dipercaya oleh berbagai klien, baik dari dalam maupun luar negeri. Ia pernah mengerjakan pesanan dari Australia hingga Prancis.
Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah ketika karyanya menarik perhatian tokoh nasional, Jusuf Kalla (JK). Bermula dari sebuah kapal bernama "Ali Kai" yang dibuat untuk Gubernur Bali, Pak JK yang saat itu diundang ke acara di atas kapal tersebut sangat terkesan dengan kualitas buatannya. Hal ini berujung pada Pak JK memesan kapal phinisi pribadinya sendiri kepada H. Abdullah, yang diberi nama "Malayeka" dan kini beroperasi di Labuan Bajo.
Menjaga Warisan Leluhur

Meskipun telah sukses dan melayani tamu-tamu penting, H. Abdullah tetap memberdayakan warga sekitar. Para pekerja di galangan kapalnya adalah penduduk lokal yang memiliki keahlian turun-temurun. Bagi H. Abdullah, membuat kapal bukan sekadar bisnis, melainkan sebuah karya seni dan pembuktian bahwa tangan-tangan terampil dari Bulukumba mampu menghasilkan karya kelas dunia.
Sumber Video: Untuk melihat langsung wawancara dan proses pembuatan kapal di galangan H. Abdullah, Anda dapat menonton videonya di sini:




Komentar