Recomended mana? Kapal Kayu atau Kapal Fiber?

Kapal laut pada tingkatan nelayan di Indonesia, saat ini di dominasi oleh kapal berbahan dasar kayu dan fiber. Keduanya memiliki penggemar baik dari pemilik dan atau kapten kapal karena memang keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Lalu apa saja kelebihan dan kelemahannya itu? Mari kita bahas satu per satu.



Kapal Fiber


Beberapa kapten kapal maupun pemilik kapal lebih memilih kapal fiber karena lebih berat sehingga lebih stabil di lautan, minim perawatan, dan tidak bisa lapuk. Kapal fiber juga lebih cepat dan lebih mudah pembuatannya tinggal dicetak dengan cetakan serta lebih mudah dibentuk sesuai selera dengan membuat cetakan yang diinginkan.

Sedang kelemahannya, kapal fiber sangat mahal, sekali pecah atau rusak akan susah sekali diperbaiki sehingga pemilik kapal cenderung akan lebih suka membeli kapal baru daripada memperbaiki kapal fiber. Hal ini mempunyai resiko besar jika kerusakan di tengah laut. Limbah dari kapal fiber yang telah rusakpun akan susah diurai oleh alam sehingga akan mencemari lingkungan.




Kapal Kayu


Bahan kayu lebih awal digunakan manusia dalam membuat kapal dibanding fiber. Namun sampai saat ini kayu masih memiliki penggemarnya dari pada fiber untuk membuat kapal karena kayu pada dasarnya mengambang di air karena masa jenis beberapa jenis kayu kurang dari 1kg/L dimana dibawah masa jenis air laut yaitu rata-rata 1,03kg/L. Sehingga pelaut akan lebih aman walaupun kapal rusak di tengah laut. Selain itu kapal kayu lebih mudah diperbaiki, jika ada papan kayu yang lapuk/rusak tinggal mengganti papan yang baru.

Akan tetapi saat ini persediaan kayu semakin menipis sehingga beberapa pembuat kapal menurunkan kualitas kayu kapal sehingga kayu kapal lebih mudah lapuk karena terkena air laut. Sehingga kapal lebih sering butuh perawatan dan memunculkan kerugian.


Namun, masalah tersebut saat ini sudah bisa diakali oleh beberapa galangan kapal dengan melapisi kayu kapal dengan plamir EPOFILL yang sudah ada dipasaran. Cara kerja plamir kapal ini menutup pori-pori kayu sehingga air laut yang menembus cat kapal tetap tidak dapat masuk ke substrat kayu. Dengan demikian kayu dengan kualitas rendahpun akan bertahan lebih lama saat digunakan untuk kapal kayu.

Featured Posts
Postingan Akan Segera Muncul
Nantikan...
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Belum ada tag.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square